Organisasi Kemahasiswaan

Mahasiswa tidak dapat dipungkiri merupakan barisan terdepan dalamĀ kemajuan bangsa. Sejarah bangsa – bangsa di dunia juga tidak pernah menisbikan peran para mahasiswa. Namun, masa sekarang ini banyak orang tua yang melarang anaknya untuk mengikuti organisasi dengan alasan yang banyak. Oleh karena itu dapat dimaklumi jika keinginan orang tua melarang anaknya untuk berorganisasi, supaya anaknya dapat segera lulus kuliah dan memperoleh masa depan yang lebih baik. Selain larangan dari orang tua. rendanhnya minat mahasiswa berorganiasai juga disebabkan dengan alasan ingin fokus kuliah dan berfikiran bahwa organisasi itu membuang-buang waktu.

Kegiatan organisasi kemahasiwaan meliputi pengembangan penalaran, keilmuan, minat, bakat dan kegemaran yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Di tingkat jurusan, fakultas dan universitas. Tujuannya untuk memperluas wawasan, ilmu dan pengetahuan serta membentuk kepribadian mahasiswa. Bertitik tolak dari berbagai penjelasan di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa keaktifan mahasiswa dalam kegiatan organisasi yaitu mahasiswa yang secara aktif menggabungkan diri dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu untuk melakukan suatu kegiatan dalam rangka mencapai tujuan organisasi, menyalurkan bakat, memperluas wawasan dan membentuk kepribadian mahasiswa seutuhnya.

Dari banyaknya alasan yang dikemukakan ada faktor lain juga yang sebenarnya dapat mempengaruhi minat seorang mahasiswa untuk berorganisasi di kampus yaitu ingin menambah pengalaman yang tidak diperoleh di kelas selama perkuliahan dan ingin memperbanyak teman. Berorganisasi akan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk dapat berkreasi dan beraktivitas secara lebih luas. Mahasiswa akan banyak berinteraksi dengan orang lain yang berlatar belakang berbeda-beda. Disinilah kemampuan komunikasi dan emosi mahasiswa akan terlatih dalam menghadapi berbagai persoalan dan konflik yang terjadi. Kedewasaan berpikir
mahasiswa akan semakin tumbuh seiring aktifnya berorganisasi di kampus. Bahkan seringkali pengalaman berorganisasi di kampus akan sedikit banyak membantu dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti.

Dengan mengikuti suatu organisasi kemahasiswaan, mahasiswa akan mendapatkan banyak sekali manfaat, dan hal tersebut bisa menjadi pengalaman tersendiri dalam mejalani studi serta sebagai bekal dalam mencari sebuah pekerjaan. Berikut sebagian kecil manfaat ketika kita mengikuti suatu organisasi kemahasiswaan :

  1. Melatih Leadership

Mahasiswa yang ikut organisasi kemahasiswaan umumnya memiliki sikap dan
karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Mereka lebih
banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun
menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi
sedang mengadakan suatu acara. Mahasiswa yang mengikuti organisasi kemahasiswaan dipandang lebih memiliki inisiatif serta dapat memotivasi dan mengarahkan diri sendiri dan rekan dalam bekerja.

  1. Belajar Mengatur Waktu

Dengan ikut organisasi, memang waktu yang biasa seorang mahasiswa gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang. Sementara itu, banyaknya tugas kuliah atau waktu pelaksanaan pengumpulan tugas sama dengan banyaknya tugas dan waktu pelaksanaan kegiatan organisasi itu. Agar keduanya dapat berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai, manajemen waktu yang baik mutlak harus kamu lakukan.

  1. Memperluas Jaringan atau Networking,

Di dalam organisasi akan banyak orang baru yang dikenal. Teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain, orang lain atau praktisi di bidang organisasi atau jurusan yang dipilih, dan sebagainya.

  1. Mengasah Kemampuan Sosial,

Mereka yang tergabung dalam organisasi, umumnya secara sosial juga lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Jika ikut organisasi, seorang mahasiswa juga akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang. Tidak hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dengan teman-teman dari program studi yang lain.

  1. Problem Solving dan Manajemen Konflik.

Banyak berinteraksi dengan orang dengan berbagai karakteristiknya, merupakan hal yang lumrah jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Demikian juga di dunia kerja, di mana deadline yang mendesak, rekan kerja yang kurang kooperatif atau sukanya menjatuhkan rekan kerja di depan atasan, dan lainnya yang rentan menimbulkan konflik.

 

Written By

Muhardi Jaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>