Kebijakan dan Regulasi Pertambangan

“Renstra KESDM 2015-2019” merupakan penjabaran operasional dari Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden yang telah diformilkan melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (“RPJMN 2015-2019”). Renstra KESDM 2015-2019 merupakan horizon perencanaan kedepan yang mencakup mapping kondisi sektor ESDM 5 tahun terakhir, sasaran 5 tahun kedepan, strategi untuk mencapai sasaran, dan indikasi kerangka pendanaan 5 tahun kedepan.

Sektor ESDM merupakan sektor yang bobot teknisnya tinggi, sehingga intervensi kepentingan sulit mendapatkan tempat. Hal tersebut memberikan ruang gerak lebih luas bagi pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan sektor ESDM yang lebih bersih, transparan, dan progresif. Puluhan tahun yang lalu sumber daya energi dikuras tanpa ada upaya serius untuk mempertahankan cadangan. Revenue dari sumber daya energi tidak diinvestasikan secara maksimal untuk membangun infrastruktur energi. Dampaknya saat ini, cadangan energi menipis dan infrastruktur energi terbatas. Sehingga, infrastruktur menjadi salah satu fokus pembangunan 5 tahun kedepan. Pembangkit listrik 35.000 MW, infrastruktur energi terbarukan, kilang minyak, LNG terminal, pipa transmisi dan jaringan gas, SPBG, depot, dan smelter merupakan sebagian dari infrastruktur energi yang akan dipercepat pembangunannya. Hambatan birokrasi, perizinan, lahan akan diselesaikan dan dipercepat dengan terobosan serta pendekatan yang tepat. Kedepan, diversifikasi dan konservasi energi tidak lagi menjadi alternatif. Mulai sekarang, akan dilakukan hal-hal besar yang membuat energi baru terbarukan dan konservasi energi menjadi mainstream.

Subsidi energi yang nilainya mencapai sekitar Rp. 2.500 triliun dalam 10 tahun terakhir, sudah saatnya mulai dikurangi secara drastis dan dialihkan untuk belanja yang lebih produktif. Penataan perizinan tambang dan peningkatan nilai tambah mineral akan terus menjadi perhatian. Indonesia harus berubah, dari sebelumnya sebagai negara sumber bahan baku dunia, menjadi pemasok produk yang telah bernilai tambah.

Diharapkan Renstra KESDM 2015-2019 tidak berhenti menjadi sebuah dokumen saja, tetapi menjadi guidence bagi KESDM dan stakeholders dalam melakukan pengelolaan energi dan sumber daya mineral kedepan. Renstra KESDM ini juga merupakan living document dan tidak kaku terhadap perubahan sesuai perkembangan tahun berjalan. Sehingga menjadi sebuah kewajiban bagi kita semua mahasiswa Teknik Pertambangan untuk mengetahui dan memahami Rensta KESDM 2015-2019 tersebut sebagai suatu peran kita untuk mengawasi peraturan dan regulasi pemerintah yang diterapkan atau yang akan diterapkan kedepannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>